InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Stabilitas keamanan dan mutu pangan menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten Murung Raya saat mengikuti Rakor Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga secara virtual, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perlindungan konsumen di wilayah berjuluk Bumi Tanahnya Tercinta tersebut.
Mewakili Bupati Heriyus, Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo menegaskan bahwa Pemkab Mura akan memperketat pemantauan di pasar-pasar tradisional maupun modern. Fokus pengawasan tidak hanya pada harga yang wajar, tetapi juga pada kelayakan konsumsi bahan pangan yang dijual ke masyarakat.
Rakor tertanggal 4 Februari 2026 ini memberikan pemaparan komprehensif mengenai sinergi lintas kementerian dalam menjaga ketahanan pangan. Pemkab Mura pun bersiap menyelaraskan langkah dengan kementerian terkait untuk menjaga stabilitas pasokan di daerah yang jauh dari pusat distribusi utama.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya mencermati skema cadangan pangan yang disiapkan BULOG untuk tahun 2026, yang mencakup berbagai komoditas penting. Ketersediaan stok seperti minyak goreng dan gula konsumsi menjadi perhatian khusus Pemkab karena tingginya permintaan menjelang Idulfitri.
Pj Sekda Mura menekankan bahwa keterbukaan informasi mengenai stok pangan nasional sangat membantu daerah dalam melakukan pemetaan kebutuhan. Melalui data yang akurat, Pemkab Mura dapat segera melakukan intervensi pasar jika terjadi kelangkaan barang tertentu di wilayah pedalaman.
Pertemuan pada Rabu (4/2/2026) ditutup dengan penekanan pada perlindungan konsumen. Pemkab Mura berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau, sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan secara nasional.(*)






