InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya terus mematangkan langkah-langkah taktis dalam pengawasan bahan pokok penting (bapokting). Fokus ini ditegaskan kembali usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Kemendagri pada Rabu (18/2).
Berlokasi di ruang rapat Bagian Ekonomi dan SDA Setda Mura, jajaran perangkat daerah menyimak arahan mengenai penguatan koordinasi dengan Satgas Pangan. Pemkab memandang pengawasan rantai distribusi sebagai elemen krusial agar tidak terjadi kemacetan pasokan ke wilayahnya.
Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam rapat tersebut mengingatkan daerah untuk jeli melihat tren kenaikan harga. Pemkab Murung Raya pun merespons dengan menyiapkan skema pemantauan rutin terhadap daerah-daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Tidak hanya soal inflasi, Pemkab juga menaruh perhatian pada penyelenggaraan jaminan produk halal. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha di Murung Raya untuk mulai mengurus sertifikasi halal sebagai bagian dari perlindungan konsumen dan peningkatan kualitas produk lokal.
Terkait Program 3 Juta Rumah, Pemkab Murung Raya menyatakan kesiapannya untuk melakukan evaluasi dukungan lahan dan administrasi. Pemkab ingin memastikan bahwa program pusat tersebut sejalan dengan rencana tata ruang dan kebutuhan masyarakat daerah.
Keikutsertaan dalam rakor virtual ini membuktikan bahwa Pemkab Murung Raya selalu siaga dalam menghadapi tantangan ekonomi. Pemerintah daerah menjamin akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga ketersediaan kebutuhan dasar dengan harga yang wajar.(*)






