InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Menanggapi ketegangan yang terjadi di wilayah PT Asman Bara Baronang, Anggota DPRD Murung Raya, Bebie, meminta semua pihak untuk menahan diri. Ia menekankan pentingnya dialog untuk mendinginkan suasana yang sempat memanas akibat sengketa lahan.
Pada Jumat (6/3/2026), Bebie menyatakan bahwa penyelesaian masalah secara bijaksana melalui musyawarah adalah solusi terbaik. Ia meminta pihak perusahaan, masyarakat, dan pemerintah duduk bersama mencari titik temu yang adil.
DPRD memandang bahwa pemaksaan kehendak secara sepihak hanya akan memperumit masalah di lapangan. Tanpa adanya kesepakatan yang transparan mengenai hak pengelolaan lahan, konflik dipastikan akan terus berulang secara periodik.
“Kita berharap konflik ini dapat diselesaikan melalui dialog agar tercipta kondisi yang aman dan damai,” ujar Bebie. Ia mengingatkan bahwa keamanan wilayah operasional sangat bergantung pada restu sosial dari warga sekitar.
Peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi musyawarah ini dianggap sangat krusial. Bebie mendorong agar pemkab bertindak sebagai mediator yang netral namun tetap berpihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat.
Jika komunikasi dijalin dengan baik sejak awal, sengketa lahan seharusnya bisa dihindari. DPRD Mura berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Kalimantan Tengah.(*)






