InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Politikus perempuan DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, menunjukkan ketegasannya dalam mengawal fungsi pengawasan parlemen daerah. Anggota Komisi I ini secara terbuka mengingatkan rekan sejawatnya agar tidak bersikap diskriminatif saat menerima warga yang ingin mengadu.
Langkah berani Tuti Marheni ini mengemuka sewaktu dirinya menerima kedatangan rombongan masyarakat yang melaporkan persoalan pelayanan publik di Gedung DPRD Kabupaten Murung Raya, Selasa (22/7/2026). Audiensi berjalan dinamis dengan membedah berbagai problem teknis yang dihadapi warga.
Tuti mengaku prihatin atas masih adanya kepribadian atau perlakuan berbeda dari oknum wakil rakyat dalam merespons aduan warga. Menurutnya, pandangan bahwa hanya tokoh berpengaruh yang berhak mendapatkan panggung utama di dewan adalah kekeliruan besar yang harus diubah.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi ranah hukum, politik, dan pemerintahan, Tuti menegaskan bahwa kepekaan sosial adalah modal utama seorang legislator. Membedah isi masalah secara objektif jauh lebih penting daripada melihat siapa figur yang membawakannya.
“Bukan cuma memandang siapa yang datang, tetapi juga harus jeli mendengar tentang apa yang mereka sampaikan. Karena di balik setiap keluhan masyarakat, ada harapan besar agar bisa diperjuangkan dan dicarikan solusi,” ucap Tuti Marheni mengkritik fenomena tersebut.
Ia menambahkan, kepekaan dalam mendengarkan keluhan rakyat kecil akan melahirkan empati dan formulasi kebijakan daerah yang adil. Tuti berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan kelompok rentan agar tidak ada satu pun suara warga Murung Raya yang terabaikan.(*)






