InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemadaman listrik secara bergantian yang melanda kawasan Kabupaten Murung Raya membawa efek domino terhadap sektor teknologi informasi. Kelumpuhan sinyal telekomunikasi dan internet kini dikeluhkan warga di berbagai pelosok wilayah.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Rejikinoor, menyoroti penurunan kualitas layanan publik secara umum. Ia menegaskan bahwa matinya arus listrik berdampak langsung pada terputusnya akses jaringan komunikasi.
Dalam wawancara bersama awak media pada Rabu (1/7/2026), Rejikinoor menyatakan bahwa ketergantungan era modern terhadap konektivitas digital memerlukan sokongan daya listrik yang konstan dari PLN.
“Apabila pelayanan PLN terhadap masyarakat terganggu, maka aktivitas masyarakat juga ikut terganggu, baik itu sinyal komunikasi, akses internet, kegiatan usaha, maupun aktivitas lainnya,” kata Rejikinoor dengan tegas.
Ia mengungkapkan bahwa terputusnya sinyal komunikasi mengganggu berbagai urusan penting, mulai dari koordinasi kerja, kegiatan belajar mengajar, hingga transaksi bisnis berbasis daring. Hal ini sangat merugikan efisiensi warga.
Rejikinoor meminta pihak PLN untuk berkoordinasi secara teknis guna mencari pemecahan masalah pemadaman ini. Pemulihan pasokan daya yang stabil sangat vital agar infrastruktur komunikasi daerah dapat kembali berfungsi optimal.(*)






