InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Upaya menjaga kelestarian identitas serta kebudayaan lokal dalam setiap karya kerajinan daerah menjadi perhatian serius Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, S.H.I. Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri pameran peringatan HUT Dekranasda ke-46 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (11/7/2026).
Di tengah antusiasme para pengunjung pameran, Dina mengamati secara detail beragam ragam hias dan kriya tradisional yang dipamerkan. Menurutnya, daya tarik utama sekaligus keunggulan produk seni dari Kabupaten Murung Raya terletak pada orisinalitas cerita serta nilai-nilai kebudayaan Dayak yang terefleksikan pada setiap karyanya.
Legislator ini pun mengingatkan para perajin agar arus modernisasi dan pengembangan desain tidak mengikis nilai-nilai luhur tradisi setempat. Inovasi yang dilakukan diharapkan tetap menyelaraskan gaya kekinian dengan filosofi lokal, sehingga produk yang dihasilkan memiliki karakter yang kuat serta daya saing yang khas di pasaran.
Guna melestarikan warisan leluhur tersebut, Dina mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memprioritaskan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas motif-motif khas Murung Raya. Langkah hukum ini dinilai sangat vital untuk mengamankan hak cipta karya lokal dari potensi klaim sepihak oleh pihak luar.
Di sisi lain, pentingnya regenerasi pengerajin juga menjadi sorotan pimpinan parlemen daerah tersebut. Ia mengajak anak-anak muda di Murung Raya untuk tidak ragu mempelajari keahlian tradisional seperti menenun dan membuat kriya khas, mengingat keterlibatan generasi penerus adalah kunci utama agar seni budaya daerah tidak tergerus zaman.
Melalui keikutsertaan pada ajang berskala nasional ini, Dina berharap apresiasi yang diraih dapat memicu kebanggaan serta motivasi para perajin lokal. Semangat tersebut diharapkan terus mendorong terciptanya karya-karya berkualitas yang mampu membawa nama harum Kabupaten Murung Raya di tingkat yang lebih luas.(*)






