InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Dalam sebuah kesempatan pada Rabu (22/04/2026), Ketua DPRD Murung Raya, H. Rumiadi, menyoroti aspek etika sosial dalam cerita rakyat Dayak. Ia menegaskan bahwa kisah-kisah leluhur mengajarkan pentingnya musyawarah dan kehormatan dalam menepati janji.
Rumiadi menjelaskan bahwa setiap interaksi manusia yang tertuang dalam cerita sejarah memiliki latar belakang nilai yang sangat dalam. Hal ini mencakup bagaimana cara bersikap di tengah masyarakat dan menjaga keharmonisan antar sesama.
Bagi DPRD, relevansi cerita rakyat tetap terjaga karena mampu menjadi pedoman nilai di tengah perubahan zaman yang dinamis. Integritas dan kejujuran adalah dua poin utama yang seringkali ditekankan dalam narasi-narasi inspiratif dari pendahulu.
Ia mengajak masyarakat untuk bangga dan bertanggung jawab terhadap warisan non-bendawi ini. Cerita rakyat dipandang sebagai catatan batin yang membimbing masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial secara bijak.
Lebih lanjut, Rumiadi berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi nostalgia masa lalu. Ia ingin etika sosial yang ada dalam cerita rakyat dapat diimplementasikan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Murung Raya.
Ketua DPRD tersebut meyakini bahwa masyarakat yang kuat adalah mereka yang memahami asal-usulnya. Dengan berpegang pada nilai etika leluhur, arah pembangunan daerah akan tetap berada pada jalur yang benar dan beradab.(*)






