InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemkab Murung Raya mulai memetakan sektor-sektor potensial yang selama ini belum tergarap maksimal sebagai sumber PAD. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Dinas PUPR, Senin (13/4/2026).
Potensi besar yang diidentifikasi mencakup pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (Perusda). Sektor jasa penyeberangan juga menjadi salah satu target yang akan dikelola lebih profesional oleh Pemkab Mura.
Pj Sekda Mura, Sarwo Mintarjo, menyatakan bahwa diversifikasi sumber pendapatan sangat penting agar daerah tidak hanya bergantung pada satu sektor saja. Pengelolaan Perusda akan diperkuat agar mampu memberikan deviden yang signifikan bagi pembangunan.
Selain sektor tambang dan jasa, retribusi dari fasilitas umum lainnya juga mulai didata kembali. Pemkab Mura melihat banyak celah ekonomi yang bisa menjadi sumber pendapatan legal untuk memperkuat postur APBD Murung Raya.
Para kepala perangkat daerah diminta untuk lebih kreatif dalam melihat potensi di wilayah kerja masing-masing. Inovasi dalam pengelolaan aset daerah menjadi salah satu instruksi yang ditekankan oleh pimpinan daerah dalam forum tersebut.
Dengan perluasan sumber pendapatan ini, Pemkab Mura berharap pembangunan tidak lagi hanya bergantung pada dana perimbangan dari pemerintah pusat. Kemandirian ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal kini menjadi visi besar pemerintah daerah.(*)






