InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Keberlangsungan program kemanusiaan di tingkat akar rumput tidak lepas dari intervensi anggaran yang dikucurkan oleh jajaran eksekutif. Hal ini terungkap dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Filia Gracia Murung Raya dan Kongregasi SJMJ Jakarta yang digelar di Kota Palangka Raya, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Filia Gracia Kabupaten Murung Raya, Sepri Asang, secara khusus melayangkan pujian dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Ia menegaskan bahwa operasional yayasan dalam mengasuh dan mendidik anak-anak daerah dapat berjalan konsisten berkat aliran bantuan yang dikelola secara akuntabel oleh Pemkab.
Pemkab Murung Raya di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus dinilai memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kebutuhan lembaga sosial keagamaan. Bantuan finansial dan fasilitas gedung yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbukti mampu menjadi stimulus bagi yayasan untuk terus melebarkan sayap pelayanannya.
“Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, khususnya Bapak Bupati atas dukungan luar biasa yang selalu diberikan, baik berupa fasilitas maupun bantuan dana,” tutur Sepri Asang.
Merespons apresiasi tersebut, Bupati Murung Raya Heriyus yang hadir langsung di lokasi menyatakan bahwa alokasi bantuan dana kemasyarakatan merupakan kewajiban konstitusional pemerintah. Pemkab menempatkan dana hibah sosial bukan sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk memelihara jaring pengaman sosial di daerah.
Pemkab juga memastikan bahwa ke depan, skema penganggaran untuk sektor pelayanan sosial dan keagamaan akan tetap dipertahankan dengan pengawasan yang ketat. Langkah ini diambil agar pemanfaatan uang rakyat melalui lembaga mitra pemerintah seperti Yayasan Filia Gracia dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dampak riil bagi penerima manfaat.(*)






