InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menekankan bahwa kualitas rasa bukan lagi satu-satunya tolok ukur kesuksesan sebuah produk kuliner. Pada pelatihan pastry yang digelar Sabtu (11/04/2026), ditekankan pentingnya nilai jual dan kemasan agar produk dapat menembus pasar yang lebih luas.
Ketua DWP Kab. Mura, Lynda Kristiane Perdie, mengingatkan para peserta bahwa produk pastry yang dihasilkan harus mampu bersaing secara visual maupun harga. Hal ini krusial agar usaha rumahan yang dirintis oleh para anggota DWP dan masyarakat memiliki keberlanjutan ekonomi yang baik.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik penyajian yang menarik dan modern. Pemkab Mura menyadari bahwa estetika produk sangat memengaruhi minat beli konsumen, terutama di era digital di mana tampilan visual menjadi faktor penentu utama dalam pemasaran.
Kegiatan pada 11/04/2026 ini juga menjadi ajang diskusi mengenai strategi pemasaran bagi produk-produk hasil olahan rumah tangga. Pemerintah daerah mendorong para ibu untuk tidak hanya pandai memasak, tetapi juga cerdas dalam melihat peluang pasar dan menghitung margin keuntungan.
Setiap sesi praktik diarahkan untuk menghasilkan produk yang layak masuk ke gerai ritel maupun toko oleh-oleh khas daerah. Dengan meningkatkan nilai jual produk, diharapkan kontribusi sektor kuliner terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Murung Raya dapat meningkat.
Melalui standarisasi kualitas yang diajarkan dalam pelatihan ini, Pemkab Mura optimis produk pastry karya warga lokal akan semakin diminati. Fokus pada nilai jual ini adalah strategi pemerintah untuk memastikan setiap pelatihan memberikan dampak nyata pada peningkatan aset ekonomi warga.(*)






