Bimtek Advokasi Pelembagaan PUG untuk 28 Kasubag dari OPD di Mura

- Pewarta

Rabu, 18 September 2024 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insideborneo.com, Puruk Cahu – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUKKB) Kabupaten Murung Raya berupaya mewujudkan struktur dan mekanisme kelembagaan yang mendukung implementasi Pelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui Perencanaan dan penganggaran yang Responsif Gender (PPRG).

Hal ini dibuktikan dengan pihaknya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Advokasi Pelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) pada Lembaga Pemerintah dan Bimbingan Teknis Analisis Gender dan Gender Action Budget (GAB) untuk 28 orang Kepala Sub Bagian (Kasubag) dari Organiasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Murung Raya selama tiga hari di Gedung Cahai Ondui Tingang, Rabu (18/9/2024).

Tak tanggung – tanggung pihaknya pun menghadirkan narasumber berasal dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA-RI) Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi yaitu Maftuh Muhadi.

“Dengan mengadopsi PPRG, kita mengakui bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan, persoalan dan perspektif yang berbeda. Oleh karenanya keduanya harus dilibatkan dalam pembangunan, agar tercipta Akses, Partisipasi, Kontrol dan Manfaat (APKM) yang merata demi mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender,” kata Sekretaris DP3A DALDUKKB Murung Raya Daniel Patandianan saat mewakili Plt. Kepala Dinas tersebut.

Bagi peningkatan SDM perencana di OPD yaitu berupa bimbingan teknis dalam menyususn analisis gender dengan tujuan agar peserta dapat memahami pentingnya pengarusutamaan gender (PUG) termasuk didalamnya perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG) dan anggaran responsif gender (ARG) dengan menggunakan Analisis Gender dan Gender Action Budget (GAB) tersebut.

Baca Juga  Pemkab Mura Dukung Penuh Tema Jalan Sehat Paroki, Menuju Murung Raya Emas

“Melalui penganggaran yang responsif gender dapat diketahui sejauh mana dampak dari alokasi anggaran yang telah ditempuh pemerintah berpengaruh terhadap kesetaraan gender,” terangnya.

Adapun maksud dan tujuan dari kegatan ini yaitu mengadvokasi pemerintah daerah terkait pelembagaan PUG termasuk PPRG di Kabupaten Murung Raya dalam mengintegrasi gender dalam tujuh proses pembangunan meliputi perencanaan penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, pengawasan dan pelaporan.

Serta dokumen penunjang analisis gender yang bertujuan untuk mengenali prioritas pembangunan kesetaraan gender serta mengintegrasikannya pada dokumen perencanaan makro (RPJMD) dan Renstra PD) dan Gender Action Budget (GAB) yang bertujuan untuk mengintegrasikan perspektif gender pada dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Karena perencanaan dan anggaran yang dibuat dalam pembangunan akan memiliki dampak yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan.

“Oleh karena itu penting untuk memasukkan analisis gender ke dalamnya dan ketika mengadopsi PPRG, dimana pemahaman menyeluruh tentang permasalahan yang khas perempuan dan laki- laki menjadi sebuah keharusan. Transparansi anggaran, tekad yang kuat mendengarkan kebutuhan perempuan dan anak sebagai kelompok rentan, juga menjadi hal yang mutlak,” ucap Daniel.

Untuk lebih meningkatkan nilai-nilai capaian indikator pembangunan gender di Murung Raya yaitu melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.

Terlebih lagi Anggaran Responsif Gender (ARG) bukanlah anggaran terpisah bagi laki-laki dan perempuan, melainkan strategi untuk mengintegrasikan isu gender ke dalam proses penganggaran, dan menerjemahkan komitmen para pihak untuk mewujudkan kesetaraan gender ke dalam komitmen anggaran.

Baca Juga  CFD Perdana Disambut Antusias Masyarakat Murung Raya

“Prinsip dasar penerapan ARG yakni transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Secara substansial, pro-poor budget dan gender budget pada hakikatnya terletak pada bagaimana mengubah kehidupan masyarakat miskin menjadi lebih baik, penghormatan pada orang miskin (laki-laki dan perempuan). Pro-poor budget pun sebetulnya netral gender apabila tidak mengintegrasikan kebutuhan aspek gender dan menilai ketimpangan gender ke dalamnya,” tutup Sekretaris DP3A DALDUKKB Murung Raya. (*)

Berita Terkait

Harapan TP-PKK Mura agar Rumah DILAN Melahirkan Peluang Usaha Berkelanjutan
Peran Bupati Heriyus dalam Mengukuhkan Nilai Keagamaan Masyarakat Mura
Pemkab Mura Dorong Sinergi Stakeholder Sukseskan Relokasi Pasar Pelita Hilir
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Mura Gelar Rapat MoU Pertanahan
Hadiri Paripurna DPRD, Pemkab Mura Tekankan Pentingnya Penataan Hukum Daerah
Pemkab Mura Sambut Raperda TJSL untuk Perkuat Kontribusi Dunia Usaha
Panitia HUT Ke-81 RI Laporkan Progres Kesiapan di Hadapan Jajaran Pemkab Mura
Kemeriahan Karnaval Budaya Pemkab Mura, Dinas PUPR hingga SDN Beriwit-4 Raih Juara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

Harapan TP-PKK Mura agar Rumah DILAN Melahirkan Peluang Usaha Berkelanjutan

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Peran Bupati Heriyus dalam Mengukuhkan Nilai Keagamaan Masyarakat Mura

Senin, 7 September 2026 - 22:02 WIB

Pemkab Mura Dorong Sinergi Stakeholder Sukseskan Relokasi Pasar Pelita Hilir

Rabu, 2 September 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Mura Gelar Rapat MoU Pertanahan

Selasa, 1 September 2026 - 22:14 WIB

Hadiri Paripurna DPRD, Pemkab Mura Tekankan Pentingnya Penataan Hukum Daerah

Berita Terbaru