InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya mulai mempopulerkan akronim ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai pedoman baru dalam penataan lingkungan. Konsep ini secara resmi diperkenalkan melalui gerakan massal yang melibatkan seluruh perangkat daerah sebagai garda terdepan perubahan perilaku lingkungan.
Pada pelaksanaan perdana di lingkungan dinas-dinas pada Selasa, 12 Mei 2026, definisi ASRI mulai diinternalisasikan kepada para pegawai. Pilar ‘Aman’ menitikberatkan pada mitigasi bencana dan ketertiban ruang publik, memastikan setiap sudut kota dan kantor tidak membahayakan keselamatan warga.
Sementara itu, pilar ‘Sehat’ fokus pada peningkatan kualitas lingkungan secara menyeluruh, dan ‘Resik’ menekankan pada kebersihan serta pengelolaan sampah yang terintegrasi. Hal ini bertujuan agar Kabupaten Murung Raya memiliki sistem sanitasi yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.
Aspek terakhir, yaitu ‘Indah’, berkaitan dengan estetika tata ruang dan penghijauan. Pemkab Mura mendorong setiap kantor dinas hingga tingkat desa untuk mempercantik lingkungan dengan taman dan penataan parkir yang rapi, sehingga menciptakan suasana kerja yang menyegarkan.
Kepala Diskominfo SP Mura, Yulianus, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pemahaman konsep ini sangat penting agar masyarakat tidak sekadar ikut-ikutan. Menurutnya, gerakan yang dimulai pada pagi hari tersebut adalah wujud konkret dari nilai-nilai ASRI yang diinginkan Presiden RI.
Ke depannya, Pemkab Mura berencana memperluas jangkauan gerakan ini hingga ke tingkat sekolah dan dunia usaha. Dengan pemahaman konsep yang kuat, diharapkan Gerakan Indonesia ASRI di Murung Raya menjadi budaya baru yang mendarah daging bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)






