InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Masa depan Kabupaten Murung Raya sangat bergantung pada kualitas kesehatan generasi mudanya yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan menengah. Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, H. Rejikinoor, mengingatkan bahwa kelalaian dalam menjaga kesehatan anak di sekolah akan berdampak fatal pada masa depan daerah.
Dewan menilai tumbuh kembang anak pada usia sekolah harus dikawal dengan pemenuhan gizi dan lingkungan yang sehat. Tanpa adanya intervensi yang terstruktur dari pemerintah, potensi anak-anak di pedalaman akan layu sebelum berkembang. Hal ini menjadi perhatian mendalam dari lembaga legislatif tersebut.
Dalam sela-sela kegiatannya di Puruk Cahu pada Selasa (5/5/2026), Rejikinoor menjabarkan tantangan fisik dan mental yang dihadapi siswa. Ia menegaskan bahwa siswa jenjang SD hingga SLTP saat ini berada pada fase emas pertumbuhan yang membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan.
Rejikinoor memperingatkan bahwa tanpa dukungan layanan kesehatan preventif dan promotif yang komprehensif, risiko jangka panjang seperti stunting menjadi ancaman nyata yang sulit dicegah. Selain stunting, gangguan kesehatan mental ringan hingga penurunan konsentrasi belajar juga membayangi anak-anak jika layanan nonmedis diabaikan.
Politikus senior ini tidak ingin melihat angka stunting kembali naik akibat lemahnya pengawasan kesehatan di lingkungan sekolah. Sekolah seharusnya menjadi benteng pertama dalam mendeteksi gejala penurunan kesehatan pada anak. Oleh karena itu, skrining kesehatan berkala harus diwajibkan di setiap satuan pendidikan.
DPRD Murung Raya meminta para guru dan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan fisik dan psikologis anak. Rejikinoor berjanji akan membawa isu fase emas pertumbuhan ini ke dalam rapat kerja bersama jajaran eksekutif. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan mendukung kesehatan holistik.(*)






