InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pusat jalannya pemerintahan Kabupaten Murung Raya dialihkan sementara menjadi pusat perayaan formal. Pada Selasa (1/7/2026), Pemkab Murung Raya sukses memfasilitasi gelaran upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di halaman utama Kantor Bupati. Fasilitasi tempat ini merupakan bentuk penghormatan tinggi pemda terhadap dedikasi Polri di wilayah berjuluk Tana Malai Tolung Lingu.
Bupati Murung Raya, Heriyus, yang memimpin langsung upacara, tampil berwibawa di podium utama sebagai Inspektur Upacara. Langkah Pemkab menata area halaman kantor sedemikian rupa membuat jalannya acara berlangsung dengan sangat agung dan tertib. Pengaturan ini melibatkan berbagai dinas teknis daerah demi memastikan kenyamanan para tamu penting yang hadir.
Seluruh unsur Forkopimda tampak duduk di kursi undangan yang telah disiapkan secara khusus oleh protokol Pemkab. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini memperlihatkan bahwa koordinasi tingkat atas di Murung Raya berjalan sangat solid. Pemkab berhasil menciptakan atmosfer yang inklusif, di mana instansi militer, sipil, dan kepolisian membaur menjadi satu kesatuan.
Dukungan penuh dari jajaran aparatur pemda terlihat dari keterlibatan aktif ASN dalam barisan upacara. Pemkab Murung Raya sengaja menginstruksikan perwakilan setiap dinas untuk hadir sebagai bentuk solidaritas antar-instansi negara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama harian dalam hal pelayanan publik dan penegakan regulasi daerah.
Dalam momentum ini, pihak Pemkab juga menyoroti pentingnya menjaga ruang digital yang aman bagi masyarakat bersama polres. Bupati menegaskan bahwa Pemkab memerlukan dukungan pengamanan siber dari kepolisian untuk melindungi data daerah. Hal-hal strategis semacam ini yang membuat peran Pemkab dan Polri tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Acara peringatan yang berjalan lancar ini menuai pujian dari berbagai pihak yang hadir. Pemkab Murung Raya dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang baik bagi keluarga besar korps Bhayangkara. Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur baru bagi pelaksanaan upacara-upacara besar kenegaraan di tingkat kabupaten ke depannya.(*)






