InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya secara konsisten mengedukasi generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko yang dapat merusak masa depan. Pesan moral dan edukatif tersebut disampaikan Pemkab Murung Raya dalam agenda Seminar Cegah Stunting pada Kamis (23/7/2026).
Acara yang dipusatkan di Aula Cahai Ondui Tingang tersebut dibuka oleh Asisten III Setda Murung Raya, Andri Raya, yang mewakili Bupati Murung Raya Heriyus. Dalam kesempatan itu, Pemkab memberikan perhatian khusus pada faktor-faktor non-medis yang memicu maraknya kasus stunting.
Membacakan pesan Bupati, Pemkab Murung Raya secara tegas mengajak seluruh kalangan remaja di daerah tersebut untuk menjauhi bahaya penyalahgunaan narkoba. Pemkab menilai penyalahgunaan zat terlarang dapat merusak organ reproduksi dan merenggut masa depan generasi muda.
Selain persoalan narkoba, Pemkab Murung Raya juga menyoroti bahaya pernikahan usia anak yang masih menjadi tantangan daerah. Pemerintah daerah menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental melalui usia pernikahan yang matang adalah kunci utama untuk melahirkan anak yang bebas stunting.
Untuk itu, Pemkab Murung Raya mendorong para remaja agar senantiasa membangun pergaulan yang positif serta berfokus pada pendidikan. Pola hidup sehat yang diterapkan sejak usia remaja diyakini akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan keluarga di masa mendatang.
Langkah preventif yang disuarakan oleh Pemkab Murung Raya pada kegiatan tersebut diharapkan dapat membentengi para pemuda dari ancaman sosial. Pemkab meyakini remaja yang sehat dan bebas dari pergaulan negatif merupakan aset paling berharga bagi Murung Raya.(*)






