InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Keberhasilan kontingen Kabupaten Murung Raya meraih Juara I Lomba Manjawet Uwei pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 mendapat pengawalan penuh dari pihak legislatif. Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung agenda pelestarian kebudayaan daerah.
Pencapaian manis tersebut diraih kontingen Murung Raya pada Selasa, 19 Mei 2026 di kawasan GOR Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya. Dalam ajang pengolahan rotan tradisional Dayak tersebut, Murung Raya berhasil mengungguli Kabupaten Kapuas di urutan kedua dan Kota Palangka Raya di posisi ketiga.
Dina Maulidah menyatakan rasa bangganya terhadap para peserta yang dinilai sukses mempertahankan warisan seni leluhur. Apalagi, karya yang ditampilkan mengusung Motif Ikan Sapan yang sarat filosofi ketahanan dan kebersamaan masyarakat lokal dengan alam.
Kemenangan ini dinilai legislator perempuan tersebut sebagai bukti nyata bahwa keterampilan tradisional pedalaman Kalimantan tetap memiliki daya saing tinggi. Kualitas kerajinan anyaman rotan dari Murung Raya terbukti mampu mendominasi panggung tingkat provinsi.
“Kami di jajaran DPRD Murung Raya sungguh merasa sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini. Kemenangan ini bukan sekadar unggul dalam sebuah perlombaan budaya, melainkan sebuah penegasan nyata akan komitmen daerah kita dalam menjaga identitas dan kearifan lokal agar tidak tergerus zaman,” tegas Dina Maulidah.
Dina Maulidah memastikan bahwa DPRD Murung Raya siap memfasilitasi dan mendukung kebijakan yang berorientasi pada pelestarian tradisi. Dukungan legislatif dinilai penting agar seni merangkai rotan dan kebudayaan daerah lainnya memperoleh perhatian berlanjut dari pemerintah daerah.(*)






