InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Sektor reformasi birokrasi menjadi sorotan utama anggota DPRD Murung Raya saat peringatan Hari OTDA pada Senin (4/5/2026). Legislatif mendorong agar pemerintah daerah segera merealisasikan digitalisasi pelayanan publik secara menyeluruh.
Anggota dewan menilai bahwa efisiensi birokrasi adalah salah satu indikator keberhasilan otonomi daerah. Dengan sistem digital yang kuat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan minim hambatan birokratis yang berbelit-belit.
Dalam upacara tersebut, pihak legislatif mencatat bahwa penguatan kapasitas daerah sangat bergantung pada adaptasi teknologi. DPRD siap mendukung dari sisi regulasi jika diperlukan aturan daerah yang memayungi transformasi digital di lingkungan Pemkab Mura.
Fokus pada digitalisasi ini juga diselaraskan dengan upaya penguatan SDM aparatur. DPRD mengingatkan agar pelatihan dan sertifikasi yang direncanakan pemerintah juga mencakup literasi digital bagi para pegawai di tingkat kelurahan dan desa.
Selain digitalisasi, DPRD menekankan pentingnya desain APBD berbasis kinerja. Pihak dewan berharap integrasi sistem keuangan digital dapat mempermudah pemantauan serapan anggaran secara real-time agar target pembangunan tercapai tepat waktu.
Apresiasi diberikan kepada Wakil Bupati yang telah memaparkan visi transformasi ini secara terbuka. DPRD berharap pada tahun 2026 ini, ada lompatan signifikan dalam kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat Murung Raya.(*)






