InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap agar setiap pelatihan dan pembinaan tidak berhenti pada seremoni semata. Harapan ini ditegaskan Bupati Heriyus saat memberikan pembekalan bagi para penatua dan diakon di Gereja Hosana, Rabu (6/5/2026).
Bupati meminta seluruh fungsionaris GKE se-Kabupaten Murung Raya yang hadir untuk serius mengikuti rangkaian materi. Ia menginginkan ada perubahan nyata dalam kualitas pelayanan jemaat setelah kegiatan ini berakhir.
Pemkab menilai bahwa tata kelola organisasi yang baik di tingkat gereja akan membantu tugas-tugas pemerintah dalam bidang sosial. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai fungsi pelayanan sangat ditekankan oleh orang nomor satu di Mura tersebut.
“Setiap peserta harus mampu mengimplementasikan tugas secara maksimal di jemaat masing-masing,” ujar Heriyus di hadapan pengurus sinode dan peserta. Ia menegaskan pentingnya profesionalitas meski dalam konteks pelayanan keagamaan.
Kegiatan ini mencakup materi strategis seperti kepemimpinan, tata laksana ibadah, hingga pengelolaan keuangan. Pemkab mendukung penguatan kompetensi ini agar fungsionaris gereja semakin bertanggung jawab dalam menjalankan amanahnya.
Melalui instruksi ini, Bupati ingin memastikan bahwa peran fungsionaris benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat luas. Keseriusan dalam melayani jemaat diharapkan linier dengan partisipasi masyarakat dalam program-program pemerintah.(*)






