InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Aksesibilitas yang layak masih menjadi impian besar bagi sebagian warga di Daerah Pemilihan III Kabupaten Murung Raya. Menyadari hal tersebut, Anggota DPRD Fraksi PDI-P, Nisha Anggraeni, S.A.P., menjadikan isu konektivitas sebagai prioritas utama dalam Reses Masa Sidang II yang dimulai Jumat, 3 Juli 2026.
Nisha menyaksikan sendiri bagaimana kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai menghambat laju ekonomi masyarakat setempat. Kondisi jalan rusak dan jembatan yang kurang layak menjadi pemandangan yang memprihatinkan bagi legislator muda ini sepanjang perjalanan resesnya.
Pada puncak kegiatan reses hari Sabtu, 4 Juli 2026, masyarakat dari lima kecamatan kompak menyuarakan tuntutan perbaikan akses transportasi antar-wilayah. Nisha merespons aspirasi tersebut dengan menjanjikan pengawalan ketat pada pembahasan rencana kerja anggaran dinas pekerjaan umum setempat.
Nisha berargumen bahwa jalan dan jembatan yang mantap adalah urat nadi utama bagi sektor-sektor lainnya, termasuk pendidikan dan kesehatan. Tanpa infrastruktur yang memadai, distribusi barang dan jasa di wilayah Permata Intan hingga Seribu Riam akan terus berbiaya tinggi.
Melalui fungsi penganggaran yang dimilikinya di DPRD, Nisha berkomitmen memperjuangkan alokasi dana yang signifikan untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan baru. Ia akan mendesak pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus pada titik-titik transportasi yang rusak parah.
Langkah nyata yang diusahakan Nisha ini diharapkan dapat segera membuka isolasi daerah-daerah terpencil di Dapil III. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan terus memberikan dukungan moral selama proses birokrasi di tingkat kabupaten sedang berjalan.(*)






