InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir.M., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual melalui zoom meeting. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) turut mengikuti rapat rutin skala nasional tersebut.
Rakor virtual ini dilaksanakan pada Senin (8/6/2026). Kegiatan bertempat di ruang zoom meeting Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Murung Raya, dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mura, K. Zen Wahyu Priyatna, mewakili Bupati Mura, Heriyus.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan data rilis BPS per 2 Juni 2026 mengenai 38 provinsi di Indonesia yang mengalami inflasi tahunan per Mei 2026. Data BPS mencatat bahwa untuk wilayah Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Tengah menempati posisi angka inflasi tertinggi sebesar 4,56 persen.
Merespons dinamika data tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir memberikan penegasan kuat dan menginstruksikan agar seluruh kepala daerah bersikap proaktif. Para kepala daerah diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan serta tanggap melakukan intervensi pasar.
Langkah turun lapangan ini bertujuan memantau pergerakan harga komoditas pokok secara berkala di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diambil agar dampak kekeringan akibat perubahan cuaca tidak memicu lonjakan harga yang tidak terkendali pada sektor pangan.
Selain itu, rakor mengulas secara rinci Strategi Antisipasi Dampak Musim Kemarau melalui tiga pilar utama. Tiga pilar tersebut adalah langkah antisipasi prabencana melalui penguatan infrastruktur air, langkah adaptasi saat kemarau lewat penerapan pola tanam hemat air dan varietas padi tahan kering, serta langkah mitigasi risiko berupa optimalisasi pompa air darurat dan klaim asuransi tani.(*)






