InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Tantangan arus globalisasi yang semakin kompleks mendapat perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya. Dalam keterangannya pada Senin (1/6/2026), anggota DPRD Murung Raya, Olivia Wiswanti, mewanti-wanti generasi muda agar tidak tergerus dampak negatif modernisasi.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Olivia menekankan bahwa implementasi ideologi negara merupakan kunci utama menjaga ketahanan moral pemuda. Arus informasi yang tak terbendung harus diimbangi dengan pegangan nilai kebangsaan yang kokoh.
Politisi Partai Golkar tersebut mengutarakan bahwa peran pemuda sangat vital dalam menentukan keberlanjutan pembangunan daerah. Pemuda dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki sikap dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Ia menguraikan bahwa konsep gotong royong dan kesetiakawanan sosial harus terus dihidupkan dalam pergaulan sehari-hari. Spirit kebersamaan ini dinilai ampuh dalam menangkal potensi pembelahan sosial akibat maraknya disinformasi di era digital.
Menurut Olivia, keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh tingkat harmonisasi masyarakatnya. Oleh sebab itu, pemuda diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan positif yang menguatkan persatuan di lingkungan masing-masing.
Ia berharap warisan nilai luhur Pancasila terus diturunkan kepada generasi penerus secara konsisten. Langkah ini diyakini mampu membawa Kabupaten Murung Raya menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.(*)






