InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Juru bicara Fraksi PDIP DPRD Murung Raya, Kabik Amaz Jasikha, mengingatkan agar orientasi belanja modal tidak sekadar diukur dari tinggi rendahnya angka penyerapan anggaran semata. Penegasan itu diutarakannya dalam rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Dina Maulidah di Puruk Cahu, Jumat (5/6/2026).
Kabik menyoroti realisasi belanja modal tahun anggaran 2025 yang telah mencapai angka 92,62 persen. Meski dari sisi persentase tergolong tinggi, ia menekankan bahwa substansi manfaat bagi masyarakat jauh lebih esensial untuk diperhatikan.
Menurut pandangan Fraksi PDIP, efektivitas belanja modal harus diukur dari sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata pada sektor-sektor vital. Pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan harus menjadi tolok ukur utama.
Infrastruktur yang dibangun dengan dana publik wajib dipastikan kualitasnya dan langsung dapat dimanfaatkan oleh warga Murung Raya tanpa kendala. Jangan sampai proyek fisik selesai namun minim fungsi substantif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya berjanji akan terus memantau hasil fisik dari setiap realisasi belanja modal yang dilaporkan oleh pemerintah daerah. Pengawasan melekat ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga legislatif kepada para konstituen.
Kabik berharap pemanfaatan anggaran ke depan semakin berorientasi pada hasil akhir (outcome) yang berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia di wilayah Kabupaten Murung Raya.(*)






