InsideBorneo.com, Puruk Cahu – Ketua Komisi III DPRD Murung Raya, Mahyono Muhidin, S.Kom., memberikan perhatian khusus pada cabang olahraga tradisional yang diperlombakan di FBIM 2026. Pada Rabu, 13 Mei 2026, ia menyatakan bahwa olahraga tradisional adalah cerminan aktivitas keseharian yang sarat dengan nilai luhur.
Cabang seperti menyupit, balogo, hingga sepak sawut menurut Mahyono adalah identitas yang harus terus digelorakan. Ia berharap para atlet Murung Raya dapat menunjukkan ketangkasan luar biasa dalam pertandingan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kalteng ke-69 tersebut.
Dukungan Mahyono ini didasari keinginan agar olahraga asli daerah tidak punah ditelan zaman. Ia menilai ajang seperti FBIM sangat efektif untuk memicu minat generasi muda agar mau mempelajari dan menekuni cabang-cabang olahraga warisan nenek moyang.
“Olahraga tradisional memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat kita,” jelasnya. Oleh karena itu, prestasi di bidang ini akan menunjukkan betapa kuatnya akar budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Kabupaten Murung Raya hingga saat ini.
Kejuaraan yang akan mencapai puncaknya pada 23 Mei 2026 mendatang ini diharapkan menjadi wadah bagi atlet lokal untuk berprestasi. Mahyono percaya bahwa atlet-atlet Murung Raya memiliki bakat alami yang sangat kuat di cabang-cabang seperti mangaruhi dan manetek.
Sebagai pimpinan di Komisi III, Mahyono memastikan bahwa DPRD akan selalu mendukung inisiatif pengembangan bakat olahraga tradisional. Hal ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi yang sehat secara fisik namun tetap teguh memegang nilai-nilai budaya daerah.(*)






